Kesucian jiwa adalah bekal untuk dapat menjadi ahli al-Husna, yakni para hamba Alloh yang kembali kepada Alloh SWT, dengan satu metode, dzikrulloh.
Dengan metode inipun, tidak ada kesucian jiwa bila tidak dengan penyambutan ‘seorang’ ahli yang dapat mensucikan jiwa itu, dialah yang harus dicari. Dan orang yang mencari, dialah yang mencintai. Dalam penerapannya, para pecinta kesucian jiwa tidak hanya sebatas lidah saja, tetapi diwujudkan dengan mekanisme yang teratur dalam segala gerak lahir batinnya, itulah keseimbangan sempurna, sehingga dapatlah ia mengenali dirinya sendiri atas penyakit-penyakit hatinya, ‘disaksikan’ seorang ahli yang ia kenali lewat dua belas ciri pemilik sajadah nihayah dan kalung pedang inayah, pewaris Rosululloh Saw.
Di antara isi buku ini adalah pedoman dalam pencapaian kesucian jiwa itu. Jiwa yang suci dari pamrih. Pamrih yang diakibatkan oleh desakan kemelut kehidupan, yang orang-orang menyebutnya dengan; dekadensi moral, kebobrokan akhlak, kebejatan sosial, kelesuan intelektual, ketidak adilan, dan sebagainya. Solusi, inilah yang diharapkan dengan terbitnya buku bertemakan tashawuf ini bagi pecinta kesucian jiwa.
15 January 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment